ALBUM INDIE INDONESIA WAJIB DENGAR SEPANJANG TAHUN 2013

coveryeah

Rilisan album penyanyi/band di Indonesia yang dilepas sepanjang 2013 ini sangat ramai dengan penyanyi/band yang revival dengan nama baru atau pun mengusung aliran baru untuk nafas musiknya di kancah musik nasional. Di kota Makassar pun rilisan band-band lokal mulai menggeliat kembali dengan antusiasme tinggi. Bisa jadi di tahun 2014 nanti, Makassar kebanjiran rilisan album-album lokal karena “efek domino” ini.

Terlepas dari selera pribadi masing-masing, inilah beberapa rangkuman album penyanyi dan band Indonesia  pilihan yang  mampir dengan nyaman di telinga saya sepanjang tahun 2013.  Album-album pilihan ini tidak butuh diberikan peringkat mana yang terbaik dari yang paling baik,  karena semua album ini layak dengar dan wajib diapreasiasi dengan membeli album-album orisinilnya. Respect the movement, buy the original! ( Foto/Artwork: dari berbagai sumber)

***

MORFEM – HEY, MAKAN TUH GITAR!

Morfem_HeyMakan-Tauh-Gitar

Kuartet yang mengawinkan punk rockpower pop dan noise rock sekaligus ini  merilis album keduanya sendiri (self-released) pada tahun ini dengan tajuk yang cukup nyeleneh, “Hey, Makan Tuh Gitar!” Boleh dibilang album ini adalah tendangan telak terbaru tentang problematika kehidupan sosial yang disuarakan secara lugas oleh Jimi Multazam cs. , setelah di album pertama mereka berusaha mendefinisikannya. Di album kedua inilah mereka mempertegasnya dengan lebih bersahaja tanpa berusaha mengurangi sisi “nakal”nya.

Pick-up tracks: “Berlagak Gila”, “Senjakala Cerita”, “Seka Ingusmu!” “Cerdas dan Taktis”

TIGAPAGI – ROEKMANA’S REPERTOIRE

album-cover-artwork

Album perdana trio folk Indonesia yang konon dikerjakan selama 5 tahun ini, akhirnya dirilis di tahun 2013. Judul album yang terinspirasi dari sosok Agus Rukmana (budayawan/musisi Sunda) dan mengangkat tema suasana Indonesia sekitar tahun 1965 ini disulam menjadi bersambung di setiap lagunya sehingga menjadi kesatuan yang utuh selama 65 menit. Terobosan ini berusaha diangkat kembali oleh Sigit Agung Pramudita dkk. untuk mencegah pembajakan albumnya. Selain lagu-lagu di album ini enak didengar di setiap suasana, CD-nya wajib dibeli karena berisi artwork keren yang serupa dengan bukti-bukti forensik.

Pick-up tracks: “Alang- Alang”,”S(m)unda”,”Tangan Hampa Kaki Telanjang”

SEMAKBELUKAR – UNTITLED EP

SemakBelukar

Kuartet folk melayu asal Palembang ini merilis album EP berikutnya di tahun 2013 yang disengajai tanpa nama. Dirilis dengan bentuk piringan hitam (vinyl), CD dan cassette tape oleh Elevation Records (label milik penulis esai musik Indonesia, Taufiq Rahman), Semakbelukar  ingin membuktikan eksistensi musik Melayu yang sesungguhnya tanpa menjadi pretensi seperti pop melayu komersil yang semakin “sampah” rasanya. Dengan menggunakan mandolin, akordeon dan gendang melayu yang menjadi ciri khas suara musik Melayu, David Hersya dan koleganya mengangkat tema-tema sosial dipadupadankan dengan lirik lagu jenius yang layaknya “Gurindam Dua Belas” karya Raja Ali Haji yang legendaris itu.

Pick-up tracks: “Seloka Beruk”, ”Celaka”, ”Kalimat Satu”, ”Perlahan Tapi Pasti”

SORE – SOREALIST

SR_layout

Unsur musik Indonesia di tahun 1950 sampai 1960-an sangat kental dalam nuansa musik kolektif indie ini. Merilis album Sorealist serupa dengan “the best of” ini di tahun 2013, Sore masih menawarkan “racun” yang membius namun elegan untuk didengarkan. Memuat 10 track dari kedua album terdahulu dan 3 lagu baru yakni “Musim Ujan”, “Ssst…” dan “Bantal Keras”, Sorealist seakan menjadi “jembatan singgah” untuk Sore sebelum melanjutkan perjalanan eksplorasi musikal untuk album berikutnya sepeninggal sang kibordis, Ramondo Gascoro.

Pick-up tracks: “Ssst..”, ”No Fruits For Today”, ”Setengah Lima”, ”Merintih Perih”

MELISMATIS – FINDING MOON (REPACKAGED)

melismatis

Sikstet ensemble asal Makassar yang mengusung post-rock sebagai nafas musiknya ini akhirnya merilis Finding Moon versi LP setelah sebelumnya telah merilis EP-nya pada tahun 2011Finding Moon edisi repackaged ini seakan ingin mengukuhkan rekam jejak band ini untuk lebih didengar oleh khalayak yang lebih luas. 10 lagu yang termuat dalam Finding Moon dengan unsur musik post-rock sebagai garda terdepannya yang tercampur baur selaras dengan nuansa folk dan bebunyian ambient plus shoegaze yang mengawang-awang. Warna baru untuk musik Makassar yang mulai diterima dengan antusiasme tinggi oleh penikmat musik Kota Daeng ini.

Pick-up tracks: “Finding Moon” “Suara Hingga Terang”,”Sedikit Ke Timur”,”Sepi”

THEORY OF DISCOUSTIC – DIALOG UJUNG SUAR

theory of discoustic

Dialog Ujung Suar adalah album EP atau mini album pertama yang dirilis oleh Theory of Discoustic, kelompok musik folk Makassar ini di awal November 2013. Mini album yang memuat 4 lagu ini bisa jadi punya kekuatan imajinatif yang bisa membawa persepsi berbeda-beda tergantung interpretasi pribadi masing-masing. Unsur folklore (cerita rakyat) pun dimasukkan sebagai penguat ciri khas untuk Theory of Discoustic di mini album ini pada lagu “Bias Bukit Harapan” yang terinspirasi dari lagu Indo’ Logo serta “Harapan Musim Penghujan” tentang pabakkanna lajina (tari meminta hujan).

Pick-up tracks: “Bias Bukit Harapan”, “Harapan Musim Penghujan”, “Dialog Ujung Suar”

HARLAN – JAJAN ROCK

rain dogs

Harlan Boer yang pernah menjadi vokalis dari C’mon Lennon serta manajer dari Efek Rumah Kaca ini seorang multi-talented. Menjadi penulis musik dan musisi adalah salah duanya. Merilis mini album yang kedua setelah sebelumnya merilis album pertama, Sakit Generik” di akhir 2012. Selang waktu cukup singkat yang entah disengaja atau tidak, membuat album “Jajan Rock” tetap punya unsur rasa yang berakar dari “Sakit Generik”. Memuat 4 lagu yakni “Jajan Rock” tentang mengkoleksi piringan hitam, ”David Tarigan” tentang founder Irama Nusantara, David Tarigan, ”Klaten” yang merupakan cover version dari band GRIBS dan ditutup oleh “Permisi”.

Pick-up tracks: “Jajan Rock”,”David Tarigan”, “Klaten”

 

ENDAH N RHESA – ESCAPE

album-escape-endah-n-rhesa

Duo suami istri yang tiada ampun menghajar gitar dan bass di atas panggung ini merilis album ketiganya, Escape yang merupakan akhir dari trilogi album konsep yang menceritakan tentang Shane Harden yang tinggal di pulau Silence dan melarikan diri setelah kembali dari masa lalu menggunakan mesin waktu. Cukup punya karakter tersendiri dengan konsep album tematik yang dikerjakan secara swadaya oleh  mereka.

Pick-up tracks: “Silence Island”, “Just Tonight”

 

WHITE SHOES & THE COUPLES COMPANY – MENYANYIKAN LAGU-LAGU DAERAH

menyanyikan-lagu-daerah-white-shoes-and-the-couples-company

White Shoes & The Couples Company (WSATCC) selalu punya terobosan baru dalam meramu musik khas Indonesia, salah satunya mengangkat kembali kearifan lokal dengan menyanyikan kembali lagu-lagu daerah yang dipilih dari seluruh Indonesia. 5 lagu daerah yang di-recycle dalam mini album ini tetap punya daya kontaminasi khas WSATCC berupa suara khas wanita Indonesia yang terlantun dari Nona Sari dan permainan drum lincah racikan Uncle John.

Pick-up tracks: “Tam-Tam Buku”, “Lembe Lembe”, “Tjangkurileung”

MELANCHOLIC BITCH – RE-ANAMNESIS

re-anamnesis

Awal Balada Joni dan Susi bertemu ternyata bermuara dari sini, walaupun itu cuma berupa nafasnya. Melancholic Bitch –biasa disingkat Melbi– , menambah “Re-“ pada rilisan ulang album “Anamnesis”yang dulunya rilis tahun 2005 serta me-remastering album menjadi lebih baik untuk tahun ini. Re-Anamnesis memberi gambaran betapa intimnya lirik yang ingin dibangun oleh Ugoran Prasad cs. untuk musik Melbi. Unsur alternatif pop rock yang berbaur dengan sedikit kontaminasi ambient tetap tidak dapat menyembunyikan sisi kelam nyanyian Ugoran Prasad, seakan menyentak kepala yang mendengarkan Melbi untuk lebih hanyut menyimaknya. Bahkan musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Kartu Pos Bergambar Jembatan Golden Gate, San Fransisco” menjadi buktinya.

Pickup tracks: “Kartu Pos Bergambar Jembatan Golden Gate, San Fransisco”, “Tentang Cinta”

 

THE GAME OVER – BUBAR

IMG_20131125_102836

Semangat egalitarian ingin ditampilkan secara keseluruhan oleh band punk rock asal kota Makassar ini untuk album terbarunya “Bubar”. The Gameover mengemasnya dengan 9 lagu di dalamnya dengan lirik-lirik yang menohok untuk mengajak tidak tinggal diam dengan ketidakadilan yang semakin lumrah ditemui dimana-mana. Bubarkan Negara!

Pick-up tracks: “Menantang Maut”, ”Musuh dari Musuhku adalah Teman”, “Parade Konvoi Suporter PSM”

DEBLUESFRESH – BUKAN BALADA CENGENG

debluesfresh

Unsur blues yang kental langsung menyeruak ketika pertama kali mendengar album ini. Vokal yang kerap nyeleneh melantunkan lirik dan gitar dengan akord blues bertenaga pun makin mempertegas benang merah musik Debluesfresh. Mathsoul cs. kembali merilis album keduanya tahun ini setelah rilisan album pertama di tahun 2009. Sepertinya Debluesfresh lebih dewasa dalam memainkan blues walau tidak terlihat mereduksi liarnya blues itu sendiri berkelana di not-not lagu Debluesfresh.

Pickup tracks: “Biar Cepat Hilang”, “Bukan Balada Cengeng”

 

THE S.I.G.I.T – DETOURN

detourn

Album penuh termutakhir dari grup heavy rock n’ roll asal Bandung ini makin menobatkan mereka untuk bereksplorasi dalam hal sound-sound baru bahkan menembus alam sadar bagi yang menyimak secara mendalam. Penambahan elemen-elemen musik lain yang tidak lazim seperti saksofon yang berpadu dengan derunya riff-riff gitar makin menguatkan sisi pendewasaan dari The S.I.G.I.T baik secara lirikal maupun musikal.

Pickup tracks: “Ring Of Fire”, “Tired Eyes”, “Owl and Wolf”, “Detourne”, “Gate of 15th”

 

PANDAI BESI – DAUR, BAUR

Daur+Baur+pandaibesi_daurbaur

Formasi pembaharuan dari trio Efek Rumah Kaca ini bisa jadi terinspirasi dari Broken Social Scene, band asal Kanada yang memiliki personil sebanyak-banyaknya. 8 orang yang tergabung dalam kolektif ini meluncurkan Daur, Baur yang direkam di studio rekaman Lokananta Solo yang legendaris. Sering pula muncul komentar mengapa tidak membawakan lagu baru saja dibanding membawakan ulang lagu-lagu Efek Rumah Kaca yang termuat di album ini. Terlepas dari itu, Daur, Baur bisa menjadi batu loncatan ke arah mana band ini melangkah setelah kemungkinan  ditinggal sementara oleh Cholil Mahmud dan Irma Handayani yang akan melanjutkan studi ke Amerika nanti.

Pick-up tracks: “Jalang”, ”Menjadi Indonesia”, “Hujan Jangan Marah”, “Laki-Laki Pemalu”

DOWN FOR LIFE – HIMNE PERANG AKHIR PEKAN

himne-perang-akhir-pekan---vrugarthdoom

Pasukan metalcore asal Solo ini semakin tajam di album terbarunya, “Himne Perang Akhir Pekan”. Di album kedua ini mereka tak sungkan-sungkan mengeluarkan semua segala teknik, terutama teknik vokal Stephanus Adjie yang bisa berubah-ubah di tiap lagu. Kekuatan riff di tiap lagu yang dihasilkan di album ini mampu menghantam dan menantang telinga dari kedua sisi, menyalak dan bergemuruh namun tetap dengan tingkat presisi dengan sangat baik. Konsep album yang ditawarkan Down For Life kali ini sepertinya cukup matang dan ampuh untuk mengajak siapapun mengeluarkan emosi yang terpendam di akhir pekan setelah diliputi kepenatan dari Senin sampai Jumat.

Pick-up tracks: “Prosa Kesetaraan”, “Pesta Partai Barbar”, “Liturgi Penyesatan”

FRAU – HAPPY CODA

frau happy coda

Tanpa menjadi sosok yang diinginkan oleh industri musik Indonesia yang semakin tamak memperlihatkan sosok musisi wanita dari kemasan luarnya saja, Frau maju membuktikan dengan tampilan sederhana wanita Indonesia, lengkingan suara yang renyah dan dentingan pianonya yang terkadang perlahan bersambut dengan raungan. Happy Coda ini merupakan  karya persembahan dari Frau berikutnya yang paling ditunggu-tunggu oleh pendengar setianya. Benar adanya, mengingat sebelumnya Frau alias Leilani Hermiasih cukup lama vakum selama 2 tahun setelah sukses dengan album perdananya, Starlit Carousel.  “Water”,“Tarian Sari”,“Empat Satu” dan “Whispers” berhasil mencuri indera pendengaran ini untuk dinikmati lebih mendalam. Merilis Happy Coda melalu sebuah netlabel secara gratis, sepertinya merupakan langkah berani menilik dari repertoarnya yang selayaknya diapresiasi dengan rilisan fisik, yang tergantikan dengan merilis buku partitur lagu dari album ini, itu pun cukup terbatas. Berharap suatu saat album ini akan dirilis dalam bentuk fisik, entah dengan istilah re-issue atau versi apa saja.

ZORV – SAVAGE

Zorv_Savage_360

Trio grunge asal Surabaya ini merupakan salah satu band yang cepat meroket namanya di kota asalnya, ditambah lagi setelah mereka merilis Savage, album perdananya di awal 2013. Album ini di-mixing & mastering oleh J. Vanco, sound engineer handal yang pernah menggarap album-albumnya Sore dan Efek Rumah Kaca.  Hasilnya, sound di Savage sangat  terpengaruh dengan band-band Seattle Sound. Savage pun memuat lagu-lagu berkualitas seperti Believe”,”Lore”, “Wealth”, “Each”,”Violet” yang meretas kembali jejak-jejak sound khas dari Nirvana, Alice In Chains, Soundgarden dan Pearl Jam. Tidak lupa pula mereka memasukkan nomor-nomor akustik menenangkan seperti “Savagist” dan “Saudade”.

Pick-up tracks: “Believe”,”Lore” , “Wealth”, “Each”,”Violet”, “Savagist”, “Saudade”

NAVICULA – LOVE BOMB

lovebomb

Setelah sukses menyebar virus album Salto pada tahun 2009, Navicula dari Bali akhirnya melepas album terbarunya pada tahun 2013 dengan tajuk Love Bomb. Tidak tanggung-tanggung, band yang sangat peduli  dan aktif bersuara untuk kelestarian lingkungan ini merilisnya dalam bentuk 2 double disc (2 CD) atau bolehlah dibilang double album. Disc pertama memuat 5 lagu mereka yang direkam di Record Plant Studio, Hollywood saat berkesempatan tur ke Amerika tahun 2012 lalu, setelah memenangkan sebuah kontes videoklip untuk sebuah produk microphoneDisc kedua memuat lagu-lagu yang sebelum pernah dirilis sebagai single oleh Navicula dan direkam di Antida Studio, Bali. Packaging hard cover album dan sleeve –nya juga sangat unik karena merupakan hasil dari bahan-bahan daur ulang (recycle) dari aluminium foil, soy ink  serta sampah-sampah non-organik lainnya.

Bila didengarkan kualitas hasil mixing dan mastering dari kedua disc ini, tampaknya tidak terlihat perbedaan yang signifikan, boleh dikata sama kualitasnya. Navicula boleh berbangga, kualitas sound anak negeri sendiri tidak kalah dengan yang di mancanegara.  Intinya, album ini wajib anda beli jika betul-betul ingin mendengar band yang tidak semata-mata bernyanyi tentang bintang dan rembulan, namun juga membentur meja-meja pemerintahan busuk dan cukong-cukong yang mengangkang.

Pick-up tracks: “Tomcat”, “Refuse To Forget”,”Harimau! Harimau!”, “Mafia Medis”, “Metropolutan”

MONKEY TO MILLIONAIRE – INERTIA

Monkey - Inertia

Monkey To Millionaire -biasa disingkat MTM– kini menyisakan 2 personil saja yaitu, Wisnu Adjie  (vokal/gitar) dan Agan Sudrajat (bass/vokal). Duo ini tidak habis begitu saja ketika sang drummer memutuskan untuk tidak sejalan lagi. MTM pun kembali dengan album keduanya yang mampu mendobrak zona nyaman bermain mereka setelah muncul dengan sound yang cukup manis di album sebelumnya. Di album Inertia ini, distorsi kasar dan penuh feedback seakan membuat nuansa album ini semakin gelap, ditambah lagi dengan lirik-lirik muram namun tetap menohok. “M.A.N” dan “Humiliation” punya sound khas a la Nirvana di dalamnya, tapi MTM tetap bisa membungkusnya dengan ciri khas mereka. Sah-sah saja jika MTM ingin mengeksloprasi sound-sound di luar kebiasaan mereka, karena sebuah musisi yang baik adalah yang mau berproses dan berprogres.

Pick-up tracks: “Sepi Melaju”, “Senja Membunuh”, “M.A.N”, “Humiliation”

THE JOEYS –  I SING A SONG FOR YOU…MY BEAUTIFUL LOVE

the joeys

Nuansa indie pop  masuk mengawang-awang ke telinga saat mendengar track pembuka “Beautiful Love” di album band asal Makassar ini. Pukulan drum yang sederhana namun tegas lebih banyak menjaga ritme bersama bass dibalik eksplorasi gitar dan keyboard sebagai ciri khas bebunyiannya.  Tidak bisa dipungkiri lagi hawa musik Inggris Raya cukup dominan ingin ditampilkan The Joeys.  Album I Sing A Song For You… yang dikerjakan hampir 4 tahun ini memuat 10 track  yang sebagian besar bertemakan romantisme dua sejoli. Sedikit catatan untuk rilisan ini, agaknya perlu dipikirkan lagi untuk artwork yang mendukung kekuatan lagu-lagu bagus di album ini.

Pick-up tracks: “Beautiful Love”, Kutemukan Sebuah Keindahan”, “Foolish”

VARIOUS ARTIST – OLD FRIENDS : LUCKY BASTARD COMPILATION VOL.1

old friends

Rilisan kompilasi underground lokal Makassar yang dilepas oleh Lucky Bastard Records ini memuat 21 band lokal berbahaya yang bisa saja memekakkan telinga para penguasa tamak bila dibutuhkan. The Hotdogs, The Game Over, Build Down To Anathema, Kerklink dan High Voltage adalah sebagian dari nama band yang menampilkan lagu terbaru mereka, beberapa band juga menampilkan lagu lama yang termuat di kompilasi ini.

Rilisan ini cukup penting untuk menyadari prioritas lebih akan pendokumentasian  audio band – band lokal dalam berbagai macam genre yang diusung. Tampilan artwork yang cukup menarik dan info band-band yang ada di kompilasi pun cukup detail dan sangat menunjang untuk menyimak album kompilasi ini dengan antusias.

Pick-up tracks: “High Voltage – Indonesia Centralistic Terrorist”, “Sexpunk – Jangan Panggil Aku Cina”, “Pemuda Garis Depan – Diam”,”The Hotdogs – Kekalahan Terbaik”,”Build Down To Anathema – Satu Rasa Sama Rata”

VARIOUS ARTIST – “MUSIC FOR BRIGHTER DAY” VOL. 4

taman indie

Kompilasi yang memuat 30 band dengan berbagai macam genre yang berasal dari berbagai kota ini dirangkum cukup baik oleh komunitas Taman Indie Makassar.  Ada beberapa band dari kota lain selain Makassar yang berpartisipasi di kompilasi ini seperti Hello It’s Me dan Yankee Brothers dari Bekasi, Marin Faraday dari Aceh, Allora dari Watampone, Hyoushi dari Pare-Pare, dan Sevanie dari Yogyakarta.

Mengolah sebuah kompilasi dengan banyak band memang bukan pekerjaan mudah, dan itu terlihat dari rilisan ini. Playlist yang ditampilkan pun masih perlu disusun ulang sepertinya untuk menghindari kejenuhan mendengar kompilasi ini. Tampilan artwork dan cover album cukup sederhana saja namun tidak menampilkan info band-band apa saja secara mendetail, menyimpulkan keraguan apa tujuan sebenarnya dari merilis kompilasi ini. Apakah sekedar untuk eksistensi saja?

Setidaknya, kompilasi ini bisa mendokumentasi audio sebagian band-band lokal Makassar tahun ini. Tampaknya rilisan berikut dari Taman Indie harus lebih bagus lagi dan dalam pemilihan band yang masuk dalam kompilasi diusahakan lebih ramping porsinya untuk menghindari klise – klise yang terdahulu.

Pick-up tracks: “All Confidence Out – Dunia Bunuh Mereka”, “Insidia – Wounded”, Hello It’s Me – Hello City”

KERKLINK – ABSOLUTE SHIT EP

kerklink

EP perdana dari band punk rock asal Makassar ini memuat 5 track yang cukup signifikan menyuarakan busuknya kebijakan birokrasi & kehidupan post-modernitas. Seperti mendengar The Exploited, The Casualties & Bad Brains bermain dalam satu band di album ini. Kerklink yang telah melalui proses pembusukan bertahap dan susahnya penghafalan judul lagu untuk album ini, harus diwaspadai amunisinya dalam melontarkan lagu-lagu penuh amarah akan sistem pemerintahan yang korup di album selanjutnya.  Semoga kalian marah!

Pick-up tracks: “People United Not Kingdom”, “Direction of Destruction”, “We Stand Alone”

GYANT HIDAYAH – LAUGH AND HOLD

gyant hidayah

Album solo perdana dari Gyant Hidayah, seorang guitar shredder instrumentalist kawakan dari Makassar yang memuat 9 track ini, penuh dengan permainan guitar shred lintas genre seperti flamenco, blues, rock, jazz, bahkan country pun ada,namun Gyant lebih senang menyebutnya jazz fusion. Selain melebur semua pengaruh musik ini, Gyant pun mengajak featuring bassist handal Makassar, Maman “Loe Joe” di lagu “Laugh & Hold” serta Fano di lagu Freestyle Blues” ini. Melalui album yang dirilis sendiri olehnya (self-released) dan terbatas hanya 300 kopi saja, Gyant Hidayah sepertinya ingin membuktikan bahwa sebaiknya para gitaris-gitaris di kota Makassar agar mau berkarya dengan merilis lagu-lagunya dalam bentuk nyata dibandingkan menyimpannya sebagai materi yang bakal usang oleh waktu nantinya. Merilis karya sendiri pun lebih baik daripada menunggu berharap dari produser datang menawarkan untuk merilis rekaman Anda.

Pick-Up Tracks: “Mr. Prof”, “Good Morning Darling”, “Laugh & Hold”, “Sarang Koboi”

 

 THE EXPERIENCE BROTHERS – FROM THE DEEPEST GROWL

kover-fdtg

Bram Saladdin dan Daud Sarassin mungkin beberapa musisi yang cukup beruntung bisa hadir berkarya di Indonesia. Duo bersaudara asal Bekasi ini pun membuktikan eksistensinya dengan menelurkan kembali album ketiganya yang berjudul “From The Deepest Growl”. Dengan memuat nomor-nomor rock n’ roll dengan pengaruh lebih modern seperti “Young, Wild & Free”, “Something Wrong” dan “Too Many Fire“, The Experience Brothers berusaha memperluas bebunyian gitarnya yang dicetuskan oleh Bram dan dituntaskan dengan gebukan mantap a la John “Bonzo” Bonham dari Daud.

Pick-up tracks: “Young, Wild & Free”, Lion”, Head Made of Stone”, “Too Many Fire”

 LALA – BETWEEN US

Print

Penyanyi wanita yang memiliki kualitas mumpuni di Indonesia sudah sangat banyak. Namun yang bisa menulis lagunya sendiri, masih bisa dihitung jari. Salah satunya adalah Lala Karmela yang merilis albumnya yang bertajuk “Between Us” pada Mei 2013.  Dengan vokal yang renyah untuk telinga pada pagi hari, Lala berusaha membuat album perdananya ini sangat detail, apalagi dengan bantuan tangan dingin dari Joseph Saryuf (Sinjitos Records) yang mengambil alih departemen mixing dan mastering-nya. Jadi boleh dibilang, album ini merupakan kerja keras nyata Lala yang patut diacungi jempol atas kegigihannya tidak bermodalkan tampang dan tubuhnya untuk memikat mata para penonton, namun dengan karyanya yang berkualitas.

Pick-up Tracks: “Morning Star”, “Berkilau”, You Got Me Again”, “Between Us”

*tulisan ini juga bisa dibaca cuplikan singkatnya di:

opium45

 

 

 Opium Magazine #45 bulan Desember 2013

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

5 responses to “ALBUM INDIE INDONESIA WAJIB DENGAR SEPANJANG TAHUN 2013”

  1. antyoAntyo says :

    Saya tersesat ke laman ini dan merasa beruntug serta menjura🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: